DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KARANGASEM

Selamat Datang Di Blog Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem.

DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KARANGASEM

Selamat Datang Di Blog Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem.

DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KARANGASEM

Selamat Datang Di Blog Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem.

DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KARANGASEM

Selamat Datang Di Blog Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem

DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KARANGASEM

Selamat Datang Di Blog Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem.

DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KARANGASEM

Selamat Datang Di Blog Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem.

Selasa, 28 Mei 2019

DLH KARANGASEM SOSIALISASI TERKAIT PENGELOLAAN SAMPAH

Menindaklanjuti Peraturan Gubernur Provinsi Bali Nomor 97 Tahun 2018 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem terus melaksanakan upaya sosialisasi kepada masyarakat, sekolah atau pemangku kepentingan, disamping Peraturan Gubernur Provinsi Bali, Bupati Karangasem juga mengeluarkan Surat Edaran terkait Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Hari ini Rabu 29 Mei 2019 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem melaksanakan kegiatan Sosialisasi Ke sekolah SLB Negeri 1 Karangasem terkait sampah plastik dan pemilahan sampah plastik yang dilaksanakan oleh Kasi pengelolaan Sampah Ni Nengah Murniati, SKM dan didampingi oleh Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Ni Luh Aridayanti, SE, meskipun dari pihak sekolah belum maksimal dalam mengelola sampah, maka dinas lingkungan hidup tetap berupaya mengadakan sosialisasi terkait pengelolaan sampah.

Senin, 08 Oktober 2018

DINAS LINGKUNGAN HIDUP KAB. KARANGASEM MELAKSANAKAN PERSEMBAHYANGAN BERSAMA PADA TILEM SASIH KAPAT

Pada hari Selasa, 9 Oktober 2018, tepatnya pada pukul 07.30 Wita, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem berkumpul bersama-sama di Pura Padmasana Dinas Lingkungan Hidup guna melaksanakan persembahyangan bersama Tilem Sasih Kapat. Persembahyangan Purnama Tilem merupakan salah satu program kegiatan yang telah rutin dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem. Persembahyangan bersama diawali dengan Puja Tri Sandhya yang kemudian dilanjutkan dengan Kramaning Sembah, dipimpin oleh pemangku yang ngayah di pura setempat. Persembahyangan bersama berakhir pada pukul 08.30 Wita setelah seluruh Staf yang mengikuti persembahyangan ini selesai ‘nunas tirta’.
Pada hari suci seperti misalnya Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon dan hari suci lainnya, sudah seyogyanya semua umat manusia menyucikan dirinya lahir batin dengan melakukan upacara persembahyangan dan menghaturkan yadnya kehadapan Ida Sang Hyang Widhi. Kondisi bersih secara lahir dan batin ini sangat penting karena dalam jiwa yang bersih akan muncul pikiran, perkataan dan perbuatan yang bersih pula. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem Drs. I Nyoman Tari, M.Si, berharap karakter yang terbentuk seperti misalnya kejujuran, disiplin, loyalitas dan lain sebagainya, akan terus tumbuh menjadi pondasi cara kerja staf yang berintegritas. Selain untuk meningkatkan Sradha dan Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, persembahyangan bersama ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan kedamaian lahir batin kepada seluruh Staf Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem.
Disamping melaksanakan persembahyangan bersama di  Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem  juga menghadiri Persembahyangan di Pura Lempuyang dalam rangka pelaksanaan Karya Panca Bali Krama,Tawur Tabuh Gentuh, Labuh Gentuh, Wana Kertih dan Segara Kerti yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 januari 2019. Kegiatan yang dilaksanakan hari ini adalah Muspayang Bhakti Mepepade Pacang Karya Wana Kertih.

Kamis, 27 September 2018

GERAKAN INDONESIA BERSIH PADA KEGIATAN HARI HABITAT NASIONAL DAN HARI KOTA DUNIA

GERAKAN INDONESIA BERSIH PADA KEGIATAN HARI HABITAT NASIONAL DAN HARI KOTA DUNIA TAHUN 2018

DLH Karangasem - Peringatan hari habitat dunia dan Hari Kota Dunia di Kabupaten Karangasem akan diselenggarakan di Patung Salak Jasri Kelurahan Subagan Kabupaten Karangasem, pada Tanggal 28 September 2018. Kegiatan mengangkat tema “Gerakan Indonesia Bersih.” disingkrunkan dengan kegiatan Jumat ceria. Hari Habitat Dunia dikabupaten karangasem diselengkarakan bersama Balai besar Sungai Kementrian PUPR.

Jumat, 07 Juli 2017

Rabu, 17 Mei 2017

DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KARANGASEM GELAR PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT

DLH Karangasem -  Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem pada hari Rabu s/d Jumat, tanggal 17 s/d 19 Mei 2017 bertempat di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karangasem mengadakan “Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat”  dengan sasaran Kecamatan, Para Lurah, Bank Sampah Sentral Amlapura, Bank Sampah Baliku serta PKK Kabupaten Karangasem.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem, Drs. I Nyoman Tari, M.Si “ Prinsip dasar pengelolaan sampah  yang ramah lingkungan harus diawali oleh perubahan cara kita memandang tentang sampah, sudah saatnya masyarakat memandang sampah mempunyai nilai guna dan manfaat sehingga tidak harus dibuang percuma, untuk itu pelaksanaan Gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang di laksankan Masyarakat merupakan langka nyata untuk perubahan paradigma pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat.

Kegiatan rutin ini dalam pemahaman mengenai sampah dan tentang cara pengelolaan sampah dengan tema dan konsep yang tepat. Kegiatan ini merupakan momentum untuk membina kesadaran kolektif masyarakat untuk memilah mendaur ulang dan memanfaatkan sampah guna membangun lingkungan yang lebih baik sekaligus membangun ekonomi kerakyatan. Dalam kesempatan ini, Drs. I Nyoman Tari, M.Si mengharap kegiatan pelatihan ini bisa bermanfaat bagi peserta pelatihan untuk lebih aktif mengolah dan mengelola sampah di lingkungan masing-masing.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem melaksanakan pelatihan selama          3 hari dengan jadwal sebagai berikut :
1.    Hari Pertama diisi oleh 2 ( dua ) narasumber yaitu Bapak I Wayan Sukarba, S.Sos memberikan Materi tentang Gambaran Umum Pengelolaan Persampahan dan Bank Sampah dengan moderator I Gusti Gede Jelantik, SH,  serta Direktur PPLH Bali Ibu Catur Yudha Hariani dalam kesempatan ini diwakili oleh stafnya memberikan Materi tentang Daur Ulang Sampah menjadi Kerajinan Ekonomi Kreatif dengan moderator I Made Jaya Negara, A.Md.

2.    Hari Kedua diisi dengan 3 narasumber yaitu LSM Bank Sampah Bali Wastu Lestari Ibu Ni Wayan Riawati, SE., M.Si memberikan materi tentang Tata Kelola Kelembagaan Bank Sampah dan UPST, Bapak Ketut Punia memberikan materi tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dan Implementasi Pengelolaan Sampah dengan Metode 3R serta Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas I Gusti Gede Jelantik, SH  memberikan materi terkait Petunjuk Teknis Pembelajaran Lapangan di Bank Sampah Dywik Kabupaten Bangli.
3.    Hari Ketiga dilanjutkan Pembelajaran Lapangan  di Bank Sampah Dywik Kabupaten Bangli

Pelatihan ini menekankan pada pola pikir masyarakat dalam kehidupan sehari-hari tentang kebersihan diri sendiri, kebersihan keluarga dan kepedulian kebersihan lingkungan tempat tinggal kita.

Minggu, 07 Mei 2017

JAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DESA SENGKIDU KECAMATAN MANGGIS GELAR KERJA BAKTI

DLH KARANGASEM – Desa Adat Sengkidu Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem sebagai duta Kabupaten Karangasem dalam Lomba Desa Percontohan Pengelolaan Persampahan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2017, dimana hari ini Jumat tanggal 5 Mei 2017 desa pakraman sengkidu melaksanakan gerakan kebersihan di sekitar areal desa pakraman sengkidu sampai dipantai menira yang disingkrunkan dengan perayaan Hut LPD Desa Pakraman Sengkidu yang ke 27. Dalam kegiatan gerakan kebersihan turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem Drs. I Nyoman Tari M.Si, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem Made Sujana, S.Sos MAP, Sekretaris Camat Manggis I Ketut Juniarsana, S.STP., MAP, salah satu Kabid Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem I Gusti Gede Jelantik, SH, Staf Dinas Lingkungan Hidup, para siswa dari SD sampai dengan SMA yang ada di wilayah Desa Adat Sengkidu, Kepala Desa beserta jajarannya, Kepala LPD Desa Sengkidu, serta Prajuru Desa Sengkidu.
Menurut Kelian Desa Pakraman Sengkidu Kecamatan Manggis masyarakat di Desanya selalu menjaga kebersihan lingkungan, bahkan tak hanya di dalam rumah, di lingkungan sekitar pun warga selalu menjaganya dengan cara tidak membuang sampah di sembarang tempat serta kerja bakti secara rutin ujarnya. Menanggapi kegiatan warga ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem Drs. I Nyoman Tari M.Si juga telah memberikan dukungannya diantaranya dengan keliling menemui warga serta bersama-sama warga melakukan kegiatan kerja bakti, dalam kunjungannya tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem selalu memberikan arahan untuk berperilaku bersih dan sehat serta ramah lingkungan pada warga. 




Selasa, 21 Maret 2017

DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KARANGASEM GELAR PEMBINAAN TIM SOSIALISASI PROGRAM KAMPUNG IKLIM (PROKLIM)

DLH KARANGASEM – Hari ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem melaksanakan Pembinaan Tim Sosialisasi Proklim Kabupaten Karangasem. Acara tersebut di buka langsung oleh Drs. I Nyoman Tari, M.Si Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem, serta didampingi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Made Sujana, S.Sos MAP,  Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup I Wayan Tahun, S.Sos.,MAP, Kasi Pencemaran Lingkungan Hidup Dominika Mamoh, S.Si. MAP serta Staf Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem. Salah satu kegiatan untuk menunjang penurunan emisi Gas Rumah Kaca, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem melakukan kegiatan Pembinaan Tim Sosialisasi Program Kampung Iklim (Proklim) yang akan menjadi fokus sosialisasi, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.84/Menlhk-setjen/KIM.1/11/2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Kampung Iklim serta dalam rangka mewujudkan target pemerintah Indonesia untuk mewujudkan 2000 Kampung Iklim di Indonesia sampai tahun 2020.

Sabtu, 11 Maret 2017

UPACARA PIODALAN DI PADMASANA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KARANGASEM

Piodalan atau odalan merupakan istilah yang biasa digunakan oleh umat Hindu di Bali untuk merayakan hari peresmian sebuah bangunan suci berdasarkan perhitungan kalender Bali. Setiap kegiatan upacara piodalan dilakukan untuk menjaga keharmonisan lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. Konsep ajaran Tri Hita Karana yang menjadi tuntunan hidup masyarakat Bali terdiri dari Parhyangan (menjaga hubungan baik dengan Tuhan), Pawongan (menjaga hubungan baik dengan sesama), Palemahan (menjaga hubungan baik dengan lingkungan).
Piodalan di Padmasana Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem tahun ini jatuh pada Tumpek Pengatag/Tumpek Uduh, Saniscara Kliwon Wariga, tepatnya pada 11 Maret 2017 upacara dipuput oleh Ida Pedande Istri Ngurah dari Geria Pidade Sidemen. Para pegawai dan Staf Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem juga turut andil sebagai pengayah yang membantu menyiapkan serta melaksanakan setiap rangkaian upacara piodalan.

Senin, 20 Februari 2017

PERINGATAN HARI PEDULI SAMPAH NASIONAL HPSN TAHUN 2017

DLH KARANGASEM – Pemerintah Kabupaten Karangasem secara konsisten terus mengembangkan sektor pariwisata serta infrastuktur transportasi. Kebijakan pembangunan ini harus ditunjang dengan kondisi lingkungan yang bersih dari sampah terutama di kawasan pesisir dan laut. Oleh karena itu puncak Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2017 ini akan berfokus pada aktivitas serempak berbagai pemangku kepentingan di seluruh indonesia dalam bentuk bersih-bersih pantai dan laut. Kabupaten Karangasem dalam kegiatan ini melaksanakan gerakan serempak pembersihan sampah plastik di 3 titik lokasi yaitu Pantai Amed kecamatan Abang, Pantai Candidasa Kecamatan Karangasem dan Pantai Padang Bai Kecamatan Manggis.
One Island One Voice, itulah tajuk dari gerakan yang dilaksanakan hampir di seluruh wilayah pantai di Bali pada hari ini Minggu 19 Februari 2017. Sebuah gerakan kebersihan, terutama dalam rangka memerangi sampah plastik, diinisiasi oleh sejumlah komponen masyarakat yang peduli akan keberadaan alam dan bumi kita. Sebagai sebuah gerakan, aksi positif ini tentu memerlukan dukungan dari segenap komponen di masyarakat, termasuk dukungan dari pemerintah daerah.
Gerakan kebersihan melalui aksi pemungutan dan pengumpulan sampah plastik di wilayah Kabupaten Karangasem pada hari ini Minggu 19 Februari 2017 dilaksanakan di beberapa tempat, diantaranya Pantai Amed, Pantai Padang Bai dan Pantai Candidasa. Aksi ini melibatkan segenap komponen, seperti PNS, aparat desa, anggota TNI/Polri, siswa, komponen dan pelaku pariwisata, kelompok nelayan, serta masyarakat/krama desa pakraman, bahkan diikuti pula oleh beberapa wisatawan mancanegara yang tengah berlibur di Bali. Sementara, aksi serentak juga dilaksanakan di wilayah lain, seperti Pantai Candidasa di Kecamatan Karangasem dan Pantai Padangbai di Kecamatan Manggis.

Kamis, 16 Februari 2017

Drs. I NYOMAN TARI, M.Si PIMPIN RAPAT RUTIN PERDANA DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KARANGASEM

DLH Karangasem, Pada hari ini Kamis 16 Februari 2017 , bertempat di ruang rapat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem dilaksanan acara Rapat Rutin Perdana dalam kepemimpinan Bapak Drs. I Nyoman Tari, M.Si, rapat rutin ini dihadiri oleh Pimpinan dengan para Pejabat serta seluruh Staf PNS dan Kontrak di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem rapat ini bertujuan mengevalusi pelaksanaan pekerjaan serta merencanakan kegiatan ke depan agar lebih baik.

Rapat rutin dibuka oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem Bapak Made Sujana, S.Sos., MAP. Kemudian mendengarkan arahan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem Bapak Drs. I Nyoman Tari, M.Si. Dalam arahan beliau rapat rutin agar dilaksanakan setiap sebulan sekali serta diharapkan kepada semua staf bisa bekerja sama satu dengan

Jumat, 10 Februari 2017

PISAH SAMBUT PEJABAT BARU DAN LAMA DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KARANGASEM


Proses mutasi, rotasi dan promosi suatu jabatan merupakan salah satu cara mengembangkan kinerja secara SDM dan kelembagaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem. Di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem sendiri telah dilakukan hal seperti itu yang meliputi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dijabat oleh Drs. I Nyoman Tari, M.Si menggantikan I Komang Agus Sukasena, S.IP., MAP dan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dijabat oleh Made Sujana,S.Sos.,MAP menggantikan I Ketut Mertadina, S.STP.,MAP.

Selasa, 18 Oktober 2016

Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem Melaksanakan Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Limbah B3


Sesuai dengan surat nomor 660.1 / 1301 / Bidwas / BLH Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem melaksanakan Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Limbah B3. Kegiatan pembinaan dan pengawasan Pengelolaan Limbah B3 terhadap usaha dan/atau kegiatan sebagai sumber pencemar lingkungan merupakan salah satu upaya Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem untuk melaksanakan amanat yang tercantum di Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 pasal 63 ayat (1) huruf o, yang berbunyi “Dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Pemerintah bertugas dan berwenang melakukan pembinaan dan pengawasan ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan terhadap ketentuan perizinan lingkungan dan peraturan perundang-undangan”.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasubid Pengelolaan Limbah I Gede Pasek SE, MM pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem. Kegiatan ini dilakukan baik secara aktif maupun pasif. Pengawasan aktif dilakukan dengan cara melakukan pengecekan lapangan secara langsung terhadap pemenuhan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan dan melakukan pengambilan sampel air limbah dan/atau emisi sumber tidak bergerak (cerobong). Sementara itu, pengawasan pasif dilakukan melalui penerbitan surat pemberitahuan tidak kirim sampel (SPTKS), evaluasi teknis dokumen implementasi UKL/UPL dan evaluasi manifest limbah B3 yang dilaporkan oleh usaha dan/atau kegiatan.
Aspek-aspek yang dilihat dalam pengawasan aktif antara lain:
  • Kepemilikan dokumen/izin lingkungan
  • Pengendalian pencemaran air
  • Pengendalian pencemaran udara – sumber tidak bergerak
  • Pengendalian pencemaran udara – sumber bergerak
  • Kebisingan
  • Kawasan Dilarang Merokok (KDM)
  • Pengendalian pencemaran limbah B3
  • Pengendalian pencemaran limbah padat domestic
Maksud dari dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk
  1. Meningkatkan ketaatan usaha dan/atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup serta ketentuan yang terdapat di dalam izin lingkungan dan/atau izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (PPLH)
  2. Menurunkan tingkat pencemaran yang diakibatkan oleh usaha dan/atau kegiatan.
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang diawasi untuk bulan Oktober 2016, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem melaksanakan pengawasan aktif terhadap 6 (Enam) usaha dan/atau kegiatan, yakni:
  1. Hotel Amankila
  2. Hotel Alila
  3. Hotel Candi Beach
  4. Hotel Rama Candidasa
  5. Hotel Puri Bagus
  6. Hotel Siddartha
Dari 6 ( Enam ) Usaha Hotel yang dibina dan diawasi Pengelolaan Limbah B3 ada 3  ( Tiga ) Hotel yang sudah memiliki izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 yaitu : Hotel Amankila, Hotel Alila dan Hotel Siddartha, sedangkan Hotel yang belum memiliki izin Penyimpanan sementara Limbah B3 yaitu Hotel Candi Beach, Hotel Rama Candidasa dan Hotel Puri Bagus

Senin, 16 Mei 2016

PEMBINAAN LABORATORIUM LINGKUNGAN

BLH Karangasem - Senin, 16 Mei 2016 bertempat di Laboratorium Lingkungan BLH Kabupaten Karangasem dilaksanakan pembinaan laboratorium lingkungan oleh Tim Pembina Laboratorium Lingkungan Propinsi Bali yang terdiri dari :UPT Lab. Lingkungan BLH Propinsi Bali (A.A. Satriya Dewi, S.Si), UPT Lab. Analitik Universitas Udayana Denpasar (Prof. Dr. Ir. Ida Bagus Putra Manuaba, M.Phil) dan P3E Regional Bali dan Nusa Tenggara (Ni Made Ariasih, S.Si., M.Si). Pada kesempatan ini Tim diterima oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem (I Komang Agus Sukasena, S.IP., MAP), Kepala Bidang Penegakan Hukum & Laboratorium (I Made Tisti, SH) dan Ka. Subid Laboratorium (Dominika Mamoh, S.Si., MAP) beserta staf laboratorium.

Pembinaan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas Laboratorium Pengujian Parameter Kualitas Lingkungan di Propinsi Bali. Kebutuhan akan adanya laboratorium lingkungan menjadi penting dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan semakin meningkatnya pengaduan masyarakat terkait dukaan terjadinya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup di daerah dan sebagaimana sudah diatur dalam pasal 9 ayat (1) Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 06 Tahun 2009 tentang Laboratorium Lingkungan yang menyebutkan bahwa “ Bupati/Walikota menyediakan laboratorium lingkungan untuk mendukung pengelolaan lingkungan sesuai kebutuhan daerahnya.
Untuk memperoleh pengakuan sebagai laboratorium lingkungan, Laboratorium    wajib memiliki :
1.Sertifikat akreditasi sebagai laboratorium pengujian dengan lingkup parameter kualitas lingkungan yang diterbitkan oleh lembaga akreditasi yang berwenang: dan
2.Identitas registrasi yang diterbitkan oleh Menteri (KLHK).

Kamis, 21 April 2016

BUPATI KARANGASEM I GUSTI AYU MAS SUMATRI RESMIKAN BANK SAMPAH SENTRAL AMLAPURA

BLH KARANGASEM - Dalam upaya mewujudkan lingkungan bersih dan sehat, serta mendukung program bebas(0%) daerah kumuh, salah satunya dengan mendorong peran aktif masyarakat dalam pengelolaan limbah sampah sebagaimana tersirat dalam Permen Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan 3R (Reduce=mengurangi, Reuse=memanfaatkan kembali dan Recycle=daur ulang) melalui Bank Sampah. Bank Sampah Sentral Amlapura yang berlokasi di Jalan Diponegoro, depan Tugu Pahlawan Amlapura ini diresmikan pengoperasiannya oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Jumat 22/4 di Lokasi Bank Sampah Sentral Amlapura. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekda I Gede Adnya Mulyadi, Kasdim Karangasem, para Staf Ahli, Pusat pengendalian Pembangunan Ekorigion Bali & Nusra, Kepala SKPD, Camat se Kabupaten Karangasem, Pimpinan PT BPD Bali Cab. Karangasem, Direktur Bank Sampah Sentral Amlapura beserta pengurus serta PT. Enviro pallets.

 Tujuan dari Pembentukan Bank Sampah ini adalah mendorong terbentuknya pengelolaan sampah secara mandiri melalui pembentukan manajemen bank sampah unit di tingkat sekolah, SKPD, pasar serta lingkungan perumahan terkecil. Menurut Kepala BLH Kab. Karangasem I Komang Agus Sukasena,S.IP MAP , sejak dimulai ujicoba per tanggal 15 Maret 2016, bank sampah sentral amlapura telah memiliki keanggotaan sebanyak 600 nasabah perorangan serta 23 nasabah kelompok/ bank sampah unit dari lingkungan SKPD dan sekolah. Adapun limbah sampah anorganik yang sudah tercatat ditampung sebanyak 2.517 kg atau senilai 2,5 Juta Rupiah, limbah sampah tersebut sudah dibangun kerjasama dengan pihak ketiga diantaranya Enviropallets.

Jumat, 26 Februari 2016

BEBAS SAMPAH PELASTIK MELALUI GERAKAN BERSIH LINGKUNGAN SERANGKAIAN HARI PEDULI SAMPAH

Seiring dengan pertumbuhan penduduk, dampak ikutan yang terjadi berupa peningkatan jumlah sampah jenis rumah tangga. Hal ini didasarkan data volume sampah yang dikelola Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karangasem; menunjukkan terjadinya peningkatan volume sampah, saat ini terkelola mencapai 164 m3. Disamping juga adanya pertumbuhan pemukiman-pemukiman baru, telah mengajukan permintaan layanan pengangkutan sampah.
Serangkaian hari Peduli Sampah yang diperingati setiap tanggal 21 Pebruari; Pemerintah Provinsi Bali mencanangkan gerakan bebas sampah pelastik yang secara serentak dilaksanakan dimasing-masing Kabupaten/Kota pada tanggal 26 Pebruari 2016. Gerakan bebas sampah pelastik di Kabupaten Karangasem; dengan menyelenggarakan gerakan pekan bersih lingkungan, menyasar perumahan di wilayah kota kecamatan.
Kegiatan ini diawali dengan melaksanakan gerakan kebersihan di 2 (dua) wilayah perumahan yaitu perumahan Nirmala Sari dan perumahan Graha Gargita, kelurahan Subagan,  pada hari Jum’at tanggal 26 Pebruari 2016 dengan melibatkan PNS seluruh jajaran SKPD serta waga di perumahan. Hadir juga pada kesempatan dimaksud Wakil Bupati Karangasem bapak I Wayan Arta Dipa, SH., MHum. didampingi para Kepala SKPD, Camat Karangasem, serta hadir pula Klian Desa Pekraman Jasri.
Wakil Bupati Karangasem Bapak I Wayan Arta Dipa, SH., MHum. pada kesempatan dimaksud menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga yang sudah berpartisipasi juga ditegaskan bahwa gerakan bersih lingkungan ini dimaksudkan untuk memotivasi warga masyarakat secara umum, serta warga perumahan khususnya agar secara sadar peduli terhadap kebersihan di lingkungannya. Sampah dari aktifitas sehari-hari di rumah tangga sudah semestinya dikelola secara maksimal dari rumah tangga. Saya himbau kepada masyarakat untuk mulai menumbuhkan budaya pemilahan sampah kedalam kelompok sampah organik dan anorganik, serta diharapkan mampu juga meluangkan waktu untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Disamping itu Wakil Bupati Bapak. I Wayan Arta Dipa, SH., MHum. mendorong terbentuknya Bank Sampah di masing-masing perumahan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi warga masyarakat yang telah menghimpun sampah Anorganik dari masing-masing rumah tangganya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karangasem I Komang Agus Sukasena, S.IP., MAP. menambahkan bahwa himbuan bapak Wakil Bupati agar warga masyarakat melaksanakan kegiatan pemilahan sampah serta pengolahan sampah organik  menjadi kompos dimasing-masing rumah tangga sesuai amanat UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, dalam pasal 12 ayat (1)  disebutkan “Setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan”. Secara bertahap konsep penanganan sampah untuk waktu mendatang tidak lagi memakai pola “kumpul, angkut, buang” tetapi mendorong penanganan sampah di sumbernya. Jadi sangatlah tepat kewajiban pembentukan bank sampah dimasing-masing perumahan akan lebih mendorong upaya menumbuh kembangkan budaya pemilahan sampah, serta pengolahan sampah organik di masing-masing rumah tangga.

Kamis, 01 Oktober 2015

Pengukuhan SAKA Kalpataru Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Karangasem Masa Bakti 2015- 2020

Dalam rangka mendorong peran serta masyarakat untuk pengelolaan sampah mulai dari sumbernya melalui kegiatan Pengukuhan Saka Kalpataru Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Karangasem Masa Bakti 2015- 2020 di Gedung UKM Center di Jalan Gajah Mada Amlapura, Kamis 1 Oktober 2015 menjadi saksi lahirnya Satuan Karya baru di Kabupaten Karangasem yakni Saka Kalpataru. Satuan Karya Pramuka (SAKA) Kalpataru yang bergerak dibidang lingkungan hidup resmi terbentuk seiring dengan dikukuhkan Pengurus Mabisaka Kalpataru Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Karangasem masa bakti 2015 – 2020 oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Karangasem, Drs I Gede Ariyasa, M.PD
Pelantikan disaksikan oleh, pengurus Kwarcab Kabupaten Karangasem Andalan dari Kwarnas, Sekretaris Kwarda Bali,dan para Kepala Sekolah beserta anak didik.
Prosesi pelantikan ditandai dengan Pengucapan Janji Trisatya oleh Mabisaka yang dilantik dengan dipandu oleh Ketua Kwarcab Kabupaten Karangasem. Pengurus Mabi Saka Kalpataru Kwarcab Karangasem masa bakti 2015 – 2020 ditetapkan dengan SK Kwarcab Kabupaten Karangasem, dengan Kepala BLH Kabupaten Karangasem, I Komang Agus Sukasena, S.IP MAP sebagai Ketua Mabisaka.
Selaku Ketua Mabisaka Kalpataru, I Komang Agus Sukasena, S.IP MAP mengatakan lahirnya Saka Lingkungan yang di beri nama SAKA KALPATARU bermula dari Kesepakatan Bersama antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dengan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 17/MENLH/11/2011 dan No. 014/PK-MoU/11/2011 tentang Pelaksanaan Program dan Kegiatan  Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Dikatakannya, pembentukan Saka Kalpataru bertujuan untuk memberi wadah pendidikan dan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, kemampuan, pengalaman dalam bidang pengetahuan dan teknologi serta keterampilan khususnya yang berkaitan dengan substansi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) yang menjadi bekal penghidupannya untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa dan Negara.
Untuk tahap awal Saka Kalpartaru meliputi tiga Krida yaitu :
1.    Krida 3R (Reduce, Reuse, Recycle),
2.    Krida Perubahan Iklim
3.    Krida Konservasi Keanekaragaman Hayati.

Dirinya berharap, hadirnya Saka Kalpataru dapat memberi setitik bakti bagi bumi pertiwi dibidang lingkungan hidup sesuai dengan krida – krida yang ada.

Senin, 28 September 2015

BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KARANGASEM MENERIMA KUNJUNGAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAN DPRD KABUPATEN FLORES TIMUR

Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem menerima kunjungan dari Badan Lingkungan Hidup Daerah dan DPRD Kabupaten Flores Timur di Ruang Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem. Hadir pula dalam kesempatan dimaksud Bapak Petrus Pedo Maran Kepala Badan Lingkungan Hidup bersama Dua orong Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur maksud dan tujuan Kunjungan adalah menambah wawasan terkait bagaimana cara pengelolaan sampah dan pengelolaan lingkungan hidup utamanya menangani sampah kota dan disisi lain juga belajar bagaimana caranya untuk mengelola laboratorium lingkungan.
Rombongan dari BLHD dan DPRD Kabupaten Flores diterima langsung oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem, Bapak I Komang Agus Sukasena S.IP MAP didampingi oleh Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Lab Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem, I Made Tisti, SH. Acara berjalan lancer dengan saling bertukar pikiran atau pengalaman dalam melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup didaerah masing-masing Acara diakhiri dengan kunjungan ke dua lokasi yaitu :

  1. Laboratorium Lingkungan BLH Kabupaten Karangasem beralamat di Jalan Ngurah Rai Nomor 21 Amlapura. Kunjungan ke laboratorium lingkungan menjadi daya tarik tersendiri BLHD dan DPRD kabupaten Flores untuk menambah wawasan terkait di BLHD Kabupaten Flores juga sedang merintis berdirinya Laboratorium Lingkungan
  2. Kunjungan Lokasi yang kedua yaitu TPA Linggasana, dimana BLHD Kabupaten Flores pengen belajar bagaiman caranya mengelola sampah dari masyarakat dan cara mengolah sampah menjadi kompos karena BLHD Kabupaten Flores Baru berdiri dan belum paham bagaiman mengelola sampah.

Sabtu, 26 September 2015

MATA AIR MBAH API, TIRTA DAN TAUKA

Mata air yang diuji kualitas airnya oleh BLH Karangasem tahun 2014 ini adalah 3 mata air, yaitu mata air Mbah Api, Mata Air Tirta dan Mata Air Tauka.
Mata air Mbah Api terletak di Desa Dangin Sema Kecamatan Bebandem dengan koordinat 08o24’59S 115o34’29E







Tabel Hasil Analisa Mata Air Pemantauan Kualitas Lingkungan Tahun 2014
No
Parameter
Satuan
Baku Mutu Kelas I
Hasil Analisa Mata Air
Mbah Api
Tirta
Tauka
FISIKA
1
Temperatur
oC
Deviasi 3
27.1
29.2
27.7
2
Warna
Pt.Co
-
6.1
3.03
2.07
3
Bau
-
-
TB
TB
TB
4
DHL
µS/cm

169
289
190
5
TSS
mg/L
50
0.49
0.37
0.34
6
TDS
mg/L
1000
11.09
6.15
3.85
KIMIA
7
pH
-
6-9
7.01
6.88
7.13
8
BOD
mg/L
2
1.11
1.29
1.22
9
COD
mg/L
10
2.16
2.28
2.59
10
Minyak & Lemak
mg/L
10
0.015
0.012
0.13
MIKROBIOLOGI
11
A.   Coli
Jml/100mL
100
0
0
0
12
Coliform
Jml/100mL
1000
105
80
50
Ket: TB=Tidak Berbau

Hasil analisis parameter fisika meliputi: suhu, warna, bau, Daya Hantar Listrik (DHL), jumlah zat padat terlarut (TDS) dan jumlah zat padat tersuspensi (TSS) menunjukkan bahwa masih berada di bawah baku mutu kualitas air Kelas-I yang diijinkan pada Peraturan Gubernur Bali Tanggal 1 Februari 2007 No. 8 tahun 2007 tentang Baku Mutu Lingkungan Hidup dan Kriteria Baku Kerusakan lingkungan Hidup.
Hasil analisa parameter kimia pada ketiga mata air yang diuji menunjukkan bahwa parameter kimia tersebut jauh dibawah ambang batas baku mutu yang dijinkan. Parameter kimia yang diuji meliputi: pH, BOD, COD, Minyak dan Lemak. Pada tabel diatas dapat dillihat hasil analisa BOD dari mata air Mbah Api, Tirta dan Tauka berturut-turut yaitu (1.11, 1.29, 1.22) mg/L nilai tersebut masih dibawah ambang batas baku mutu air Kelas-I yaitu 2 mg/L. Hasil analisa COD dari mata air Mbah Api, Tirta dan Tauka berturut-turut yaitu (2.16, 2.28, 2.59) mg/L nilai tersebut masih dibawah ambang batas baku mutu air Kelas-I yaitu 10 mg/L. Nilai BOD dan COD yang memenuhi baku mutu kualitas air Kelas-I mengindikasikan bahwa ketiga mata air tersebut kualitasnya masih sangat baik.
Hasil analisa mikrobiologi untuk parameter coliform dari mata air Mbah Api, Tirta dan Tauka berturut-turut yaitu (105, 80, 50) bakteri/100mL nilai tersebut masih dibawah ambang batas baku mutu air Kelas-I yaitu 1000 bakteri/100mL. Hal ini dapat diakibatkan ada cemaran kotoran hewan seperti burung yang berada di kawasan tersebut. Kemudian untuk analisa parameter E. coli pada ketiga mata air tersebut tidak ditemukan E. coli dan jauh dibawah standar yaitu 100 bakteri/100mL. Nilai Coliform dan E. coli yang memenuhi baku mutu kualitas air Kelas-I mengindikasikan bahwa ketiga mata air tersebut kualitasnya masih sangat baik.